Medan || NawawiNews.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Rakyat Pejuang Keadilan (GRPK) melakukan audiensi dan konfirmasi langsung ke Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada Senin, 20 Juli 2026, guna meminta penjelasan terkait terganggunya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengakibatkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Utara.
Kedatangan pengurus DPP LSM GRPK diterima secara langsung oleh Humas Officer Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rafly, di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka sebagai bagian dari upaya memperoleh klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam penjelasannya, Rafly menyampaikan bahwa gangguan distribusi selama kurang lebih lima hari terakhir dipengaruhi oleh adanya dinamika dalam pendistribusian BBM, termasuk proses pembinaan terhadap mitra transportasi. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh aksi mogok kerja para sopir mobil tangki.
Selain itu, Pertamina menjelaskan bahwa konsumsi BBM mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen selama masa libur sekolah. Distribusi juga mengalami hambatan akibat sejumlah mobil tangki tertahan kemacetan di jalur Sibolangit hingga lebih dari 12 jam sehingga pengiriman menuju depot mengalami keterlambatan.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah menambah armada mobil tangki dari luar Kota Medan, termasuk dari Kisaran dan Lhokseumawe, guna mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Meski demikian, LSM GRPK menilai penjelasan tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut LSM GRPK, masa libur sekolah merupakan agenda rutin yang terjadi setiap tahun dan telah diketahui jauh hari sebelumnya. Oleh karena itu, masyarakat wajar mempertanyakan apakah telah dilakukan antisipasi operasional yang memadai untuk menghadapi peningkatan konsumsi BBM, sehingga tidak sampai berdampak pada keterlambatan distribusi ke SPBU.
LSM GRPK juga menilai bahwa apabila proses pembinaan terhadap mitra transportasi memang sedang berlangsung, maka publik berhak mengetahui langkah-langkah mitigasi yang telah dipersiapkan agar proses tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, LSM GRPK mencermati pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menyampaikan bahwa stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman dan kendala terjadi pada aspek distribusi. Menurut GRPK, penjelasan dari seluruh pihak perlu disampaikan secara konsisten dan transparan agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
«”Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar kepastian bahwa stok BBM tersedia, tetapi juga penjelasan yang utuh mengenai penyebab distribusi terganggu serta langkah nyata agar kondisi serupa tidak kembali terjadi,” ujar perwakilan DPP LSM GRPK usai pertemuan.»
LSM GRPK mengapresiasi kesediaan Humas Officer Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menerima audiensi dan memberikan klarifikasi secara langsung. Organisasi tersebut berharap evaluasi terhadap sistem distribusi, kesiapan armada, dan komunikasi publik terus diperkuat demi menjaga kepercayaan masyarakat serta menjamin kelancaran pasokan BBM di Sumatera Utara.
(Team)
Follow Nawawi News on Google News
Stay updated with breaking news, trending stories, and exclusive reports from Nawawi News directly on Google News.
📰 Follow Now
