LOMBOK UTARA || NawawiNews.id – Putra Pandanan FC meminta dilakukan evaluasi serius terhadap kepemimpinan PSSI Lombok Utara menyusul insiden keamanan dalam pertandingan Poram FC melawan Putra Pandanan FC pada Liga 4 Piala Bupati Lombok Utara, Minggu, (20/9/2026).
Permintaan tersebut disampaikan setelah seorang yang disebut berada di kelompok pendukung Poram FC memasuki area pertandingan dan diduga membawa senjata tajam serta mengejar wasit.
Putra Pandanan FC menilai insiden tersebut memperlihatkan bahwa keamanan kompetisi membutuhkan evaluasi menyeluruh, tidak hanya terhadap petugas di lapangan tetapi juga terhadap pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan sepak bola di Lombok Utara.
Official Putra Pandanan FC, Abed Aljabiri Adnan, mengatakan PSSI KLU harus memberikan penjelasan kepada seluruh peserta kompetisi mengenai bagaimana peristiwa seperti itu bisa terjadi.
“Liga 4 bukan pertandingan tarkam tanpa aturan. Ini kompetisi resmi. Kalau perangkat pertandingan saja tidak mendapatkan jaminan keamanan, maka kepemimpinan dan tata kelola kompetisi wajib dievaluasi,” tegas Abed.
Putra Pandanan FC meminta Ketua PSSI KLU bersama panitia pertandingan membuka secara transparan hasil pemeriksaan terhadap insiden tersebut dan menjelaskan langkah konkret yang akan diambil.
Apabila kemudian ditemukan kegagalan serius dan sistematis dalam tata kelola keamanan serta penegakan regulasi, Putra Pandanan FC meminta dilakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab di tubuh PSSI KLU.
“Jabatan dalam organisasi sepak bola bukan sekadar kehormatan. Ada tanggung jawab. Kalau kompetisi tidak bisa memberikan rasa aman kepada pemain dan wasit, maka evaluasi kepemimpinan menjadi sesuatu yang wajar,” tutup Abed. (Red)
Follow Nawawi News on Google News
Stay updated with breaking news, trending stories, and exclusive reports from Nawawi News directly on Google News.
📰 Follow Now

