Sumut| NawawiNews.Com
Deli Serdang — Kabupaten Deli Serdang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang dikenal sebagai wilayah dengan populasi terbesar di provinsi tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, jumlah penduduknya mencapai 1.953.986 jiwa pada tahun 2022. Pusat pemerintahan kabupaten ini berada di Lubuk Pakam, dan Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan, 14 kelurahan, serta 380 desa.
Letak Geografis dan Batas Wilayah
Kabupaten Deli Serdang secara geografis terletak di antara 2°57′ hingga 3°16′ Lintang Utara dan 98°33′ hingga 99°27′ Bujur Timur, dengan ketinggian dari 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Kabupaten ini memiliki posisi strategis karena :
- Utara berbatasan dengan Provinsi Aceh
- Timur berbatasan langsung dengan Selat Malaka yang menjadi jalur laut menuju Malaysia
- Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat
- Barat berbatasan dengan Samudera Hindia
Wilayah terluas di kabupaten ini adalah Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu dengan luas 223,38 km², sementara yang terkecil adalah Kecamatan Deli Tua, seluas 9,36 km².
Sejarah Singkat Deli Serdang
Sebelum kemerdekaan Indonesia, wilayah ini merupakan bagian dari 2 (dua) kesultanan besar :
- Kesultanan Deli yang berpusat di Medan dan
- Kesultanan Serdang yang berpusat di Perbaungan.
Nama “Deli Serdang” sendiri merupakan penggabungan dari kedua Kesultanan tersebut.
Kabupaten ini resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1984 dan Undang-Undang Nomor 7 Darurat Tahun 1965. Hari jadi Kabupaten Deli Serdang ditetapkan pada 1 Juli 1946.
Sementara itu, ibu kota kabupaten ini dipindahkan dari Kota Medan ke Lubuk Pakam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984.
Pada tahun 2003, kabupaten ini dimekarkan menjadi 2 (dua) wilayah :
- Kabupaten Deli Serdang dan
- Kabupaten Serdang Bedagai.
Keragaman Etnis dan Budaya
Deli Serdang merupakan miniatur Sumatera Utara, Berbagai etnis menetap di sini, seperti :
- Etnis asli : Melayu Deli, Melayu Serdang, dan Batak Karo (terutama di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Karo), Batak Toba dan Batak Simalungun
- Suku pendatang: Jawa, Minangkabau, Nias, Tionghoa, India, dan lainnya
Keragaman ini menciptakan budaya yang kaya dan toleransi yang tinggi di tengah masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dalam motto kabupaten “BHINNEKA PERKASA JAYA”, yang melambangkan kekuatan dalam keberagaman dan kebersamaan membangun daerah.
Fakta Unik dan Daya Tarik Deli Serdang
1. Gerbang Sumatera Utara
Deli Serdang disebut sebagai pintu masuk ke Provinsi Sumatera Utara. Akses dari berbagai daerah menuju Kota Medan, seperti dari Tebing Tinggi, bahkan dari Palangkaraya (Kalimantan) harus melaui Deli Serdang sebelum memasuki kota Medan.
2. Bandara Internasional Kualanamu (KNIA)
Banyak yang keliru mengira bahwa Bandara Kualanamu berada di Medan. Nyatanya, bandara terbesar ketiga di Indonesia ini berada di Kabupaten Deli Serdang. Bandara ini merupakan salah satu infrastruktur kebanggaan Sumatera Utara.
3. Sport Center Sumatera Utara
Gelanggang Utama Olahraga atau Sport Center Sumatera Utara yang baru saja dibangun serta diresmikan oleh Presiden Jokowi, juga terletak di Deli Serdang.
3. Tembakau Legendaris
Deli Serdang terkenal akan tembakaunya yang mendunia. Bahkan, Presiden Kuba, Fidel Castro, pernah menyebut bahwa Tembakau Deli adalah salah satu yang terbaik di dunia. Produk ini pernah populer di pasar Eropa, khususnya di Bremen, Jerman.
4. Pusat Kesultanan
Sebagian wilayah Deli Serdang dulu merupakan bagian dari Kesultanan Deli, dan sebagian lagi bagian dari Kesultanan Serdang, sehingga banyak peninggalan sejarah yang masih bisa ditemukan di wilayah ini.
5. Kampus Negeri Berkelas
Kabupaten ini juga menjadi lokasi beberapa perguruan tinggi ternama, seperti :
- Universitas Negeri Medan (Unimed)
- Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU)
Kedua kampus ini berada di Kecamatan Percut Sei Tuan, wilayah yang masuk ke dalam administratif Deli Serdang.
Daftar Bupati Deli Serdang dari Masa ke Masa
Beberapa tokoh penting yang pernah memimpin Deli Serdang antara lain :
- Moenar S.Hamidjojo ( 1946 – 1947 )
- Sampoerna Kolopaking ( 1947 – 1951 )
- Wan Oemaroeddin Barus ( 1 April 1951-1 April 1958 )
- Abdullah Eteng ( 1 April 1958 – 11 Januari 1963 )
- Abdul Kadir Kendal Keliat ( 11 Januari 1963 – 11 November 1970 )
- H. Baharoeddin Siregar ( 11 Novermber 1970 – 17 April 1978 )
- Abdul Muis Lubis ( 17 April 1978 – 3 Maret 1979 )
- H. Tenteng Ginting ( 3 Maret 1979 – 3 Maret 1984 )
- H. Wasiman ( 3 Maret 1984 – 3 Maret 1989 )
- H. Ruslan Mansur ( 3 Maret 1989 – 1994 )
- H. Maymaran NS ( 3 Maret 1994 – 3 Maret 1999)
- Drs. H. Abdul Hafid, MBA ( 3 Maret 1999 – 7 April 2004 )
- Drs. H. Amri Tambunan ( Periode 2004 – 2009 dan Periode 2009-2014 )
- Ashari Tambunan ( periode 2014 – 2019 dan periode 2019 – 2023)
- Ali Yusuf Siregar ( 6 Desember 2023 – 23 April 2024 )
- Asri Luddin Tambunan ( 20 Februari 2015 – Sekarang )
Deli Serdang adalah kabupaten dengan posisi strategis, kekayaan budaya, dan sejarah panjang yang menjadikannya sebagai daerah penting di Sumatera Utara.
Dari bandara internasional, Sport Center, hingga tembakau kelas dunia, dari keragaman etnis hingga pusat pendidikan tinggi, Deli Serdang adalah simbol kemajuan dan harmoni dalam keberagaman.
Dengan semangat “BHINNEKA PERKASA JAYA”, Deli Serdang terus melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing, sambil tetap menjaga warisan budaya dan sejarah yang membentuk identitasnya hari ini.
———
Eka^

