Sumut | NawawiNews.com
Batang Kuis, Deli Serdang — Dalam semangat menyambut malam 10 Muharram 1447 H, Pemerintah Desa Tumpatan Nibung di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sarianto, atau yang akrab disapa Kades Aceng, sukses menggelar pagelaran wayang kulit yang berlangsung meriah dan penuh makna pada Minggu malam (13/7/2025) di Dusun VI, Gg. Karya I.
Acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi wadah pelestarian seni tradisional, sekaligus ajang mempererat silaturahmi warga dalam suasana religius dan kebudayaan yang menyatu.
Pagelaran Meriah, Antusias Warga Tinggi
Pagelaran yang dimulai sejak pukul 20.30 WIB itu disambut antusias oleh ratusan warga.
Hadir dalam acara tersebut :
- Camat Batang Kuis M. Faisal Nasution S.STP, M.AP,
- Sekcam Juliadi S.Sos,
- Kades Bakaran Batu Muslim Susanto,
- Bhabinkamtibmas Aiptu Siahaan, serta
- Para tokoh adat dan agama.
Lantunan musik gamelan tradisional membuka acara dengan nuansa sakral, mengiringi lakon-lakon klasik wayang kulit yang sarat pesan moral.
Kades Aceng : Wayang Kulit Jadi Agenda Tahunan Desa
Dalam sambutannya, Kades Sarianto (Aceng) menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan pertunjukan wayang kulit sebagai agenda tahunan di Desa Tumpatan Nibung.
“Insya Allah, ini akan kita lestarikan setiap tahun. Wayang kulit adalah warisan budaya luhur, terutama bagi warga Dusun VI yang mayoritas keturunan Jawa. Ini bukan hanya hiburan, tapi sarana pendidikan nilai moral dan budaya,” ungkap Aceng disambut tepuk tangan warga.
Kinerja Kades Aceng memang dikenal sangat pro-warga. Ia dinilai sukses menjalin harmoni antara pembangunan desa dan pelestarian budaya.
Di tengah arus modernisasi, kebijakan-kebijakan kultural seperti ini menjadi bukti nyata keberpihakannya pada identitas lokal.
Camat Batang Kuis Apresiasi Kegiatan Budaya
Camat Batang Kuis M. Faisal Nasution memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam menjaga jati diri bangsa.
“Saya bangga melihat antusiasme masyarakat malam ini. Ini bukan sekadar tontonan, tapi bagian dari upaya kita menjaga marwah budaya leluhur. Wayang kulit harus terus diwariskan, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.
Doa Bersama & Edukasi Budaya Lewat Wayang
Setelah sambutan dan doa bersama, pertunjukan wayang kulit dimulai dan berhasil memikat perhatian warga hingga larut malam.
Gelak tawa dan tepuk tangan menggema saat dalang menyisipkan humor khas dan pesan moral dari kisah pewayangan yang disajikan.
Refleksi Budaya, Religi dan Identitas Desa
Pagelaran ini menjadi gambaran nyata bahwa Desa Tumpatan Nibung bukan hanya membangun secara fisik, namun juga secara kultural dan spiritual. Di bawah kepemimpinan Kades Sarianto alias Aceng, desa ini berhasil menyeimbangkan antara kemajuan dan pelestarian tradisi.
“Kita ingin anak-anak muda tidak lupa pada akar budayanya. Wayang kulit adalah warisan identitas kita. Ini akan terus kami hidupkan,” pungkas Aceng usai acara.
Dengan keberhasilan Acara Pagelaran Wayang Kulit ini, Desa Tumpatan Nibung dinilai layak menjadi role model dalam penguatan budaya lokal di Kabupaten Deli Serdang.
Kades Aceng pun semakin mendapat tempat di hati masyarakat, bukan hanya sebagai pemimpin administratif, tapi juga sebagai penggerak budaya dan penjaga warisan leluhur.
_______
Eka^

