Sumut | NawawiNews.com
Batang Kuis, Deli Serdang — Langkah sigap ditunjukkan Pemerintah Desa Tumpatan Nibung dalam menghadapi ancaman longsor di pinggiran Sungai Belumai. Pada Minggu (27/7/2025), warga bersama aparatur desa bergotong royong membangun tanggul darurat di Dusun I dan II, lokasi yang terdampak pengikisan tanah akibat derasnya arus sungai.
Kegiatan gotong royong dimulai sekira pukul 10.10 WIB dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem), Solihin, mewakili Kepala Desa Tumpatan Nibung.
Turut hadir kepala dusun, para pekerja harian lepas, serta puluhan warga yang secara sukarela terlibat dalam aksi solidaritas lingkungan tersebut.
Menurut Solihin, kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Desa Tumpatan Nibung Sarianto (Aceng sapaan akrab KADEs) sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi alam yang mengancam keselamatan warga dan infrastruktur desa.
“Bapak Kepala Desa sangat menekankan pentingnya gerak cepat dan kolaboratif. Kami tidak bisa menunggu bantuan dari luar, karena ini soal keselamatan bersama,” ujar Solihin.
Warga tampak kompak mengangkat material, menyusun tanggul penahan tanah, dan memperkuat sisi-sisi yang rawan longsor secara manual.
Di tengah kesibukan itu, para ibu rumah tangga turut berkontribusi dengan menyiapkan konsumsi bagi peserta, menambah suasana kekeluargaan dalam kerja bakti tersebut.
Tanggul darurat yang dibangun diharapkan mampu menahan laju erosi dan meminimalkan risiko longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Pemerintah desa juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan siap mengajukan bantuan teknis lanjutan ke instansi terkait jika diperlukan.
Kepala Desa Tumpatan Nibung Sarianto, yang selama ini dikenal responsif dan dekat dengan masyarakat, disebutkan terus memantau perkembangan secara langsung.
Aceng juga menegaskan pentingnya nilai gotong royong sebagai pilar ketahanan desa.
“Ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi wujud nyata solidaritas dan kepedulian warga terhadap kampung halamannya. Sungai yang sebelumnya menjadi ancaman, kini menjadi pemicu semangat persatuan,” ucapnya melalui Kasipem.
Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi refleksi dari kepemimpinan desa yang inklusif, sigap, dan mengutamakan solusi berbasis masyarakat.
Dengan pendekatan partisipatif dan kebijakan cepat tanggap, KADES ACENG kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesejahteraan warganya.
Warga pun menyambut baik inisiatif ini dan berharap agar kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala, tidak hanya dalam kondisi darurat, tetapi juga sebagai agenda pembangunan berkelanjutan di desa.
________
MHH^







