Deli Serdang || NAWAWINEWS.ID — Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali diwujudkan masyarakat Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Pada Minggu (7/12/25).
sejumlah organisasi kemasyarakatan bersama elemen masyarakat bergotong royong melaksanakan pembangunan rumah tidak layak huni milik seorang anak yatim piatu bernama Wanda bin Satimin (24), di Jalan Terusan Gang Buntu, Dusun VI, Desa Tandam Hilir I, Provinsi Sumatera Utara.
Aksi sosial ini merupakan kolaborasi antara masyarakat setempat, Forum Komunikasi Masyarakat Tandam Hilir (Forkom Masthir), Ormas Pemuda Pancasila, Kader PDI Perjuangan, Ormas Pendawa, serta Humas Pasar 7 Dusun II.
Kegiatan tersebut turut dipantau langsung Babinsa Desa Tandam Hilir I, Sertu Dedihermanto serta sejumlah tokoh masyarakat di antaranya Ketua Forkom Masthir Sumardi, Ketua Pemuda Pancasila Ranting Tandam Hilir I Prabudi Ginting, dan Kader PDI Perjuangan Lasiono.
Pembangunan rumah dilakukan atas dasar keprihatinan bersama melihat kondisi hunian Wanda yang tidak layak untuk ditempati. Seluruh bahan bangunan berasal dari donasi masyarakat dan organisasi, termasuk batu bata, semen, pasir, seng, kayu, hingga kusen.
Sebanyak 15 orang terlibat sebagai pelaksana pembangunan, mulai dari tukang hingga pendukung tenaga harian, dengan panitia lokal diketuai langsung oleh Sutrisno.
Ketua Forkom Masthir, Sumardi, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari hati nurani terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat.
“Saya langsung meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan panitia serta tokoh organisasi di desa ini. Alhamdulillah, melalui kebersamaan kita dapat bergotong royong membantu saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Sikap serupa disampaikan Ketua Pemuda Pancasila Desa Tandam Hilir I, Prabudi Ginting, yang menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung kepentingan masyarakat.
Sementara Kader PDI Perjuangan setempat, Lasiono, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sekitar pukul 11.30 WIB, para tokoh dan panitia melakukan peninjauan proses pembangunan serta sesi foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 11.45 WIB.
Usai kegiatan tersebut, para tokoh organisasi dan masyarakat melanjutkan rapat di Taman Ban Bestari, Jalan Sayur, untuk membahas aksi kemanusiaan selanjutnya. Mereka sepakat membentuk panitia bantuan sosial bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan Aceh.
Panitia gabungan beranggotakan Forkom Masthir, Pemuda Pancasila, Ban Bestari, Kader PDI Perjuangan, Ormas NU, Pendawa, Karang Taruna, serta elemen masyarakat lainnya.
Bantuan yang akan dihimpun terdiri dari:
Uang tunai, Beras, Air mineral, Pakaian layak pakai, Mie instan, Telur, Biskuit dan roti kering
Posko utama donasi ditetapkan di Ban Bestari Jalan Sayur. Pemerintah desa juga akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat mulai Senin, 8 Desember 2025, guna memperluas partisipasi publik.
Panitia menargetkan seluruh bantuan tersalurkan dalam waktu maksimal 4 hari, guna memastikan penanganan cepat terhadap korban bencana.
Gotong royong yang diperlihatkan masyarakat Desa Tandam Hilir I menunjukkan bahwa semangat kepedulian sosial masih sangat hidup — baik dalam membantu warga kurang mampu maupun mereka yang terdampak bencana. (Taslim)







