PEKANBARU || Nawawinews.id
Ratusan massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Riau Berdaulat (JMRB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Rabu (24/6/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menyuarakan penolakan terhadap pernyataan yang dinilai mengaitkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menurunnya pendapatan daerah atau defisit anggaran di Provinsi Riau.
Massa aksi yang dipimpin oleh Dony Paskualido Manalu, Boy, dan Jerry membawa berbagai spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Riau. Selain menggunakan satu unit mobil komando dan perangkat pengeras suara, para peserta aksi juga melakukan long march dari Jalan Cut Nyak Dien menuju Kantor Gubernur Riau.
Dalam orasinya, Boy menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan menolak segala bentuk upaya yang menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyebab utama menurunnya pendapatan daerah.
“Kami menolak segala bentuk pengalihan isu yang menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai penyebab utama defisit anggaran daerah. Program ini merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas gizi generasi muda,” ujar Boy di hadapan peserta aksi.
Setelah menyampaikan aspirasi di gerbang utama Kantor Gubernur, massa kemudian bergeser ke pintu samping di Jalan Cut Nyak Dien untuk melanjutkan penyampaian tuntutan.
Dalam kesempatan tersebut, Jerry menegaskan bahwa pihaknya meminta klarifikasi langsung terkait pernyataan yang dinilai menyudutkan program nasional tersebut. Bahkan, massa juga meminta Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi terhadap Plt Gubernur Riau apabila ditemukan adanya pelanggaran atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Sampaikan Sembilan Tuntutan
Dalam aksi tersebut, JMRB menyampaikan sembilan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Riau, di antaranya meminta transparansi terkait kondisi anggaran daerah, evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan APBD, peningkatan pengawasan penggunaan anggaran, hingga penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program strategis nasional.
Selain itu, massa juga mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemprov Riau Berikan Tanggapan
Menanggapi aspirasi massa, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D., M.Pd., yang hadir menemui peserta aksi menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi secara tertib.
“Kami mengapresiasi seluruh aspirasi dan tuntutan yang telah disampaikan pada hari ini. Seluruh masukan akan kami teruskan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Riau, Purnama Irawansyah, S.Hut., M.M., menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukanlah defisit anggaran yang disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, persoalan yang terjadi adalah belum tercapainya target pendapatan daerah pada periode tertentu dan tidak memiliki hubungan langsung dengan pelaksanaan Program MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dijadikan alasan atau pihak yang disalahkan atas belum tercapainya target pendapatan daerah. Pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung seluruh program nasional yang menjadi kebijakan Presiden demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Aksi Berjalan Tertib
Setelah menerima tanggapan dari perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, massa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 15.45 WIB.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan melakukan pengamanan guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
(Red)
Follow Nawawi News on Google News
Stay updated with breaking news, trending stories, and exclusive reports from Nawawi News directly on Google News.
📰 Follow Now
