MEDAN – Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Labuhanbatu Selatan (Perma Labusel) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan. Mereka menuntut evaluasi total terhadap kinerja para petinggi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan.
Ketua Umum Perma Labusel, Amiruddin Siregar, S.H., dalam orasinya menegaskan adanya indikasi ketidakseriusan Kejari Labusel, khususnya pada unit Pidana Khusus (Pidsus), dalam mengawal agenda pemberantasan korupsi di “Bumi Santun Berkata Bijak” tersebut.
Di hadapan Kasi Penkum Kejatisu, Amiruddin meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi dan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labusel. Tak hanya Kajari, massa juga mendesak pencopotan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) serta Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel).
“Kami menilai kinerja mereka tidak optimal dan tidak produktif dalam mengusut tuntas dugaan korupsi di Labuhanbatu Selatan. Padahal, banyak kasus yang diduga kuat terjadi secara transparan di depan publik, namun seolah jalan di tempat,” tegas Amiruddin.
Massa berharap Labusel dipimpin oleh jaksa-jaksa yang memiliki integritas dan keberanian untuk membersihkan daerah tersebut dari praktik rasuah.
Selain kepada Kejatisu, tuntutan ini juga ditujukan langsung kepada Jaksa Agung RI, Prof. Dr. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.H., serta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Prof. Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum.
Perma Labusel meminta Jamwas segera melakukan pemeriksaan intensif dan merekomendasikan pencopotan terhadap para pejabat Kejari Labusel yang dianggap “mandul” dalam melakukan penegakan hukum.
Sebagai bentuk keseriusan, Perma Labusel menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal permohonan ini hingga ada tindakan nyata dari korps Adhyaksa.
“Kami akan terus kawal dengan aksi berjilid-jilid sampai permohonan kami dikabulkan. Ini semua demi kebaikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan agar lebih maju dan bersih dari korupsi,” pungkasnya.







