MEDAN || NawawiNews.id –
Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Aksi Akbar Ojol Sumut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (18/6/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.55 WIB tersebut diikuti sekitar 100 orang massa dengan membawa berbagai alat peraga berupa spanduk tuntutan, satu unit mobil komando, perangkat sound system, serta sekitar 100 unit sepeda motor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi tiba di Kantor DPRD Sumut sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun DPRD Sumatera Utara.
Koordinator lapangan aksi, Rinaldi, S.Kom, menyampaikan bahwa para pengemudi transportasi online di Sumatera Utara berharap pemerintah segera memberikan kepastian terhadap implementasi regulasi yang mengatur besaran potongan aplikasi bagi mitra pengemudi.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta DPRD Sumatera Utara menerima dan menetapkan aspirasi pengemudi transportasi online Sumatera Utara sebagai rekomendasi resmi lembaga legislatif daerah.
Kedua, mendesak DPRD Sumatera Utara menyampaikan rekomendasi secara tertulis kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta kementerian dan lembaga terkait agar segera melaksanakan ketentuan potongan aplikasi maksimal 8 persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Ketiga, massa meminta DPRD Sumatera Utara menggunakan fungsi pengawasannya untuk meminta penjelasan resmi pemerintah terkait status publikasi dan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang dinilai sangat penting bagi kesejahteraan para pengemudi transportasi online.
Aksi berlangsung dalam suasana tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa aksi diterima oleh Romi M. Bahtiar, selaku Section Head Commrel Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, untuk menyampaikan aspirasi yang dibawa para pengemudi.
Para peserta aksi berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kejelasan mengenai kebijakan yang mengatur hubungan kemitraan antara perusahaan aplikasi dan pengemudi, khususnya terkait besaran potongan aplikasi yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di kalangan driver online.
Aksi Akbar Ojol Sumut ini menjadi salah satu bentuk perjuangan para pengemudi transportasi online dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi mereka di tengah meningkatnya kebutuhan operasional dan persaingan layanan transportasi berbasis aplikasi.
(Taslim)
Follow Nawawi News on Google News
Stay updated with breaking news, trending stories, and exclusive reports from Nawawi News directly on Google News.
📰 Follow Now
