Sumut | NawawiNews.com
Deli Serdang, (15/7/2025) — Liburan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berakhir duka.
Seorang ibu muda hamil 7 (tujuh) bulan tewas terseret arus deras Sungai Lau Seruai di kawasan wisata Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (13/7). Korban diketahui bernama AP (24), warga Dusun II Jalan Perjuangan II, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak.
Ia datang ke lokasi wisata bersama keluarga dan tetangganya untuk mengisi waktu luang di hari libur.
Namun sekira pukul 11.15 WIB (13/7), setelah makan siang di pondok tepi sungai, korban bersama 2 (dua) rekannya berjalan di atas bebatuan aliran sungai.
Diduga kehilangan keseimbangan, korban terpeleset dan menarik salah satu rekannya hingga keduanya jatuh ke sungai.
Meski sempat berusaha saling berpegangan, derasnya arus memisahkan keduanya.
Rekan korban berhasil selamat, namun AP hanyut sejauh 20 meter dan tersangkut di celah batu besar di dasar sungai.
Proses Evakuasi Dramatis
Kapolsek Biru-Biru, AKP Natanael Sitepu, S.H., membenarkan insiden tersebut.
“Setelah dilakukan pencarian oleh personel kami dan warga sekitar, korban ditemukan sekitar pukul 13.38 WIB dalam kondisi tidak bernyawa, tersangkut di celah batu besar,” jelasnya kepada wartawan, Senin (14/7).
Jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Biru-Biru dan kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa.
Suami Korban : “Dia (korban) Sangat Bahagia Hari Itu…”
Suami korban yang tampak terpukul, mengaku bahwa istrinya sangat bersemangat menyambut liburan tersebut.
“Dia sangat bahagia hari itu, kami sudah lama tidak liburan bersama keluarga besar. Tidak pernah terbayangkan akan begini akhirnya,” ucapnya terbata sambil menahan air mata.
Keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat dan pihak pengelola wisata agar lebih memperhatikan aspek keselamatan.
Catatan Hitam di Wisata Sungai
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di kawasan wisata sungai di Sumatera Utara.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumut, sedikitnya 6 (enam) kasus kecelakaan air tercatat di sungai dan air terjun sejak Januari hingga Juli 2025, dengan 4 (empat) korban jiwa.
Minimnya pengawasan, tidak tersedianya petugas penyelamat, serta ketidaksadaran wisatawan terhadap risiko aliran sungai sering menjadi faktor utama kecelakaan.
Imbauan Kepolisian
Kapolsek Biru-Biru AKP Natanael Sitepu, S.H., mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berwisata, terutama di area aliran sungai atau objek wisata alam terbuka.
“Kami meminta agar masyarakat mengutamakan keselamatan dan tidak lengah. Gunakan alas kaki yang tepat, jauhi area licin, dan awasi anak-anak serta anggota keluarga yang rentan,” tegas AKP Natanael.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pengelola wisata setempat untuk meningkatkan pengamanan dan pemasangan rambu peringatan bahaya di sekitar aliran sungai.
_______
MHH^







