Sumut | NawawiNews.com
Langkat – Suasana hangat menyambut kepulangan mantan narapidana terorisme (Napiter) M. Munib Noer Assidaway bin Murifan (almarhum) ke kampung halamannya di Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (9/8/2025).
Munib, yang lahir di Lamongan pada 5 November 1975, resmi bebas murni setelah menjalani pidana 5 tahun penjara sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 639/PID SUS/2022/PN.JKT.TMR tanggal 21 Desember 2022, terkait keterlibatannya dalam kelompok Jemaah Islamiyah Medan.
Perjalanan Kepulangan
Munib dibebaskan dari Lapas Kelas IIA Permisan, Nusakambangan, Cilacap, pada Jum’at (8/8) pagi.
Pembebasan ini berdasarkan Surat Kalapas Kelas IIA Permisan Nomor WP.13.PAS.PAS.11 PK 05.12-559 tentang pembebasan napi teroris dengan bebas murni.
Pada Sabtu (9/8) pukul 04.00 WIB, Munib bersama 2 (dua) pendamping dari Densus 88 Mabes Polri, Briptu Fatih dan Briptu Abdul, terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Kualanamu, Medan, dengan pesawat Lion Air JT-204.
Mereka tiba di Medan sekira pukul 06.30 WIB dan langsung menuju kediaman Munib di Paya Mabar.
Sambutan di Kampung Halaman
sekira pukul 08.19 WIB, rombongan tiba di rumah keluarga Munib. Penyambutan dilakukan oleh sejumlah pihak, di antaranya :
- Babinsa Koramil 07/Stabat Dim 0203/Langkat, Serka Selamat
- Bhabinkamtibmas Polsek Stabat, Aiptu B. Tarigan
- Intelkam Polres Langkat, Briptu Ricky
- Perwakilan BIN Sumut, Aiptu Zakaria
- Kepala Lingkungan III Kelurahan Paya Mabar, Abdul Hakim
- Keluarga besar dan masyarakat setempat
Setelah acara penyambutan, Munib dan para tamu melaksanakan sarapan pagi bersama.
Momen ini juga menjadi penyerahan resmi kepulangan Munib dari pihak Densus 88 kepada keluarga, disaksikan langsung oleh para undangan.
Pukul 09.19 WIB, tim pendamping dari Densus 88 Mabes Polri kembali ke kesatuan, meninggalkan Munib bersama keluarga.
Penekanan pada Reintegrasi Sosial
Kepulangan eks napiter seperti Munib diharapkan dapat menjadi momentum reintegrasi sosial yang positif.
Kehadiran aparat TNI, Polri, BIN, dan tokoh masyarakat dalam penyambutan ini menjadi simbol dukungan agar mantan napi terorisme dapat kembali berperan aktif di masyarakat.
———
(Taslim).


