Sumut | NawawiNews.com
Batang Kuis, Deli Serdang — Keresahan warga Desa Mesjid, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, terkait tiang listrik kayu yang keropos (lapuk) dan nyaris roboh akhirnya mendapat perhatian serius dari pihak PLN Deli Serdang.
Aksi cepat ini terjadi setelah awak media melaporkan langsung kondisi memprihatinkan tersebut pada Senin pagi (21/7/2025) sekira pukul 09.30 WIB.
Tiang listrik berbahan kayu yang telah lama mengancam keselamatan warga itu sebelumnya luput dari perhatian, meski telah berkali-kali dikeluhkan masyarakat. Namun, Setelah di konfirmasi oleh awak media, pihak PLN bergerak langsung ke lokasi.

Sekira pukul 12.00 WIB di hari yang sama, tim teknis PLN Deli Serdang turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi tiang yang dinilai sangat membahayakan tersebut.
Kehadiran petugas PLN disambut penuh harapan oleh masyarakat yang selama ini hidup dalam kekhawatiran. Tak hanya membahayakan pengguna jalan, tiang lapuk itu juga menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Tiang ini sudah lama keropos (lapuk), sangat membahayakan. Sudah kami laporkan berkali-kali, tapi baru sekarang ada tindak lanjut setelah awak media turun ke lapangan,” ungkap Bahran (55), warga Desa Mesjid dengan nada lega.
Menurut Bahran, tiang tersebut sering terlihat goyah saat angin kencang atau hujan deras, membuat warga was-was setiap kali melintasi jalan tersebut.
Ia pun meminta agar pengecekan PLN tidak berhenti di lapangan, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata berupa penggantian tiang kayu dengan material beton atau besi yang lebih kuat dan tahan lama.
“Jangan sampai ada korban dulu baru diganti. Kami mohon tiangnya segera diperbarui,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mesjid, Herman Felani, yang dikenal dekat dengan warganya, menyambut baik langkah cepat PLN dan peran media dalam menyoroti persoalan ini.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas, dan pihak desa akan terus mendorong agar perbaikan segera direalisasikan.
“Kami apresiasi gerak cepat PLN, tapi kami juga berharap ada kepastian soal jadwal penggantian tiang. Ini menyangkut nyawa warga. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut lagi,” kata Herman Felani saat ditemui di lokasi peninjauan.
Herman juga mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan masalah serupa melalui jalur resmi maupun kepada pemerintah desa, agar bisa segera ditindaklanjuti secara kolektif.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan tinggal diam jika menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat.
Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, media, dan pemerintah desa mampu mendorong instansi terkait bertindak.
PLN Deli Serdang pun diharapkan tak hanya responsif saat sorotan publik muncul, tapi juga lebih proaktif dalam mendeteksi dan menyelesaikan persoalan infrastruktur listrik di daerah.
________
MHH^







