Darurat Tawuran : Belawan Mencekam..! Narkoba Diduga Jadi Dalang, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

  • Whatsapp

Sumut | NawawiNews.com

Medan, 23 Juli 2025 — Situasi keamanan di Kecamatan Medan Belawan kembali menjadi sorotan tajam.

Dalam 1 (satu) bulan terakhir, aksi tawuran berdarah antar kelompok pemuda semakin brutal dan sering terjadi. bahkan tercatat bisa 2 (dua) kali dalam sehari.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya lima insiden tawuran terjadi setiap pekan, menimbulkan korban luka berat hingga meninggal dunia.

Masyarakat meyakini bahwa konflik yang terjadi bukan semata perkelahian remaja biasa, melainkan bagian dari skenario besar yang dikendalikan jaringan bandar narkoba dan perjudian.

Hal ini memperkuat pernyataan sebelumnya dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto yang menegaskan bahwa akar utama konflik di Belawan adalah narkoba dan judi.

Rentetan Tawuran dan Korban Jiwa

Tawuran terbaru pecah pada Kamis (10/7), di Jalan Baru Rumah Tinggi, Simpang Gang 14, Kelurahan Belawan Satu. Insiden ini memicu kemacetan parah menuju Pelabuhan Belawan dan menciptakan ketakutan di tengah warga.

Sehari sebelumnya, bentrokan terjadi antara pemuda Gang 7 dan Gang 10 di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan Dua.

Pada (27/6), pemuda dari Kampung Kolam, yang dikenal sebagai “Kampung Narkoba”, bentrok dengan kelompok Jalan Belanak. Seorang pemuda, AF (21), tewas akibat luka bacok parah.

Kekerasan juga terjadi pada (2/6), saat pemuda Gudang Arang dan Lorong Papan terlibat bentrok.

Seorang korban, HN (38), mengalami luka bacok mengerikan hingga ususnya terburai.

“Ada Dalang di Balik Tawuran”

Berbagai tokoh masyarakat, pemuda, dan agama meyakini konflik ini sengaja diciptakan oleh pihak-pihak berkepentingan untuk menjaga Belawan tetap tidak kondusif demi melancarkan bisnis haram.

 “Ini bukan rahasia umum lagi. Tawuran hanyalah kedok. Saat masyarakat sibuk dengan kekacauan, para bandar narkoba leluasa menjalankan aksinya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap para tokoh yang dinilai hanya muncul menjelang pemilu atau proyek.

“Belawan butuh tokoh panutan, bukan tokoh tontonan. Jika tokoh dinilai hanya dari ekonomi, bukan dari akhlaknya, jangan heran Belawan semakin hancur,” tegasnya.

Aparat Disorot, Harga Diri Negara Dipertanyakan

Ketua Umum Anak Belawan Bersatu (ABB), Dedy Satria Ainal, A.Md, menilai lemahnya penegakan hukum di Belawan bisa jadi merupakan skenario terselubung untuk menggusur masyarakat demi kepentingan industri.

 “Kapolres pernah dilempar, Kapolsek terluka, bahkan mobil wakil anggota DPRD Sumut dirusak. Dimana harga diri aparat negara..?” ungkap Dedy.

Insiden pelemparan batu terhadap mobil wakil anggota DPRD Sumut saat kunjungan kerja menjadi bukti nyata bahwa kondisi keamanan di Belawan berada dalam titik nadir.

Seruan FGD dan Aksi Konkret

Tokoh masyarakat H. Irfan menyerukan dilaksanakannya Forum Group Discussion (FGD) lintas elemen, mulai dari tokoh agama, OKP, ormas, hingga aparat keamanan, untuk mencari solusi bersama atas situasi yang mengancam stabilitas daerah.

Senada, Ustadz Muhammad Nabawi menekankan bahwa akar persoalan ada pada kemerosotan moral akibat narkoba, miras, dan judi.

“Pemerintah wajib hadir. Buka lapangan kerja, bangun pusat rehabilitasi. Jangan tunggu korban terus berjatuhan,” katanya.

Desakan untuk Langkah Nyata

Devin Hutabarat, S.Kom, Ketua DPP Sapma Pejuang Batak Bersatu, mendesak Kapolri dan Kapolda Sumut agar segera mengambil langkah tegas dan sistematis :

  1. Melakukan razia besar-besaran terhadap lokasi transaksi narkoba di Belawan.
  2. Evaluasi menyeluruh terhadap Plt Kapolres Pelabuhan Belawan, Kasat Narkoba, dan Kasat Reskrim.
  3. Penangkapan tegas terhadap bandar besar, kurir, dan oknum yang membekingi jaringan narkoba dan perjudian.
  4. Dukungan penuh kepada Dir Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
  5. Mendesak Gubernur dan Wali Kota Medan untuk aktif membangun sistem keamanan konkret dan terstruktur.

Harapan Terakhir Warga dan Peran Media

Tokoh masyarakat menyerukan kepada insan pers untuk tidak diam melihat kehancuran Belawan. Media diharapkan berani mengungkap fakta lapangan secara jujur dan tanpa tekanan.

 “Kalau memang konflik ini disengaja, rakyat berhak tahu. Kalau tidak, ayo duduk bersama cari solusi. Tapi jangan diam saat kampung halaman terbakar,” pungkas H. Irfan.

Masyarakat Belawan kini hanya bisa berharap agar kepolisian dari level bawah hingga Mabes Polri segera turun tangan, menindak para bandar besar, dan mengembalikan keamanan di tanah kelahiran mereka.

_______

(Arianto)

BACA JUGA  >>>Pelaksanaan Program Berjemur di STM Hulu Wabup: Koperasi Merah Putih dari Rakyat untuk Rakyat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *