Sumatera Barat | NawawiNews.com
Agam, (12/8/2025) — Tim gabungan TNI dan Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (11/8) malam.
1 (satu) orang bandar dan 3 (tiga) pengguna narkoba jenis sabu diamankan beserta barang bukti 7,74 gram sabu siap edar.
Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah di Jorong Surau Baru, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, setelah anggota Unit Intel Kodim 0304/Agam menerima informasi dari masyarakat sekira pukul 19.30 WIB. Informasi menyebutkan adanya transaksi narkoba di lokasi tersebut.
Sekira pukul 21.20 WIB, 2 (dua) pria :
- Zulkifli (51) dan
- Arif Pribadi (31)
keluar dari gang rumah milik bandar berinisial Zulkifli (39). Setelah digeledah, ditemukan sabu di tubuh mereka.
“Setelah ditemukan barang bukti, tim langsung melakukan penyergapan ke rumah tersangka Zulkifli. Saat digerebek, ia sedang mengonsumsi sabu dan berupaya membuang alat hisap ke bak kamar mandi,” ungkap Pasi Intel Kodim 0304/Agam, Kapten Inf RM Silitonga.
Dari lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya :
- 2 paket besar, 8 paket sedang, dan 11 paket kecil sabu-sabu
- Bong dan alat hisap siap pakai
- 3 kaca pirek berisi sabu
- 1 dompet hitam berisi sabu seberat 7,74 gram
- 10 unit ponsel, ATM, SIM C, dan sejumlah mancis
Sekira pukul 00.30 WIB, anggota Satresnarkoba Polresta Bukittinggi tiba di lokasi untuk melakukan interogasi. Tersangka mengaku mendapatkan pasokan sabu dari bandar di Kota Bukittinggi.
Tak berhenti di situ, pukul 02.15 WIB, tim gabungan bergerak melakukan pengembangan ke rumah yang berada di Lapangan Bola Birugo Puhun, Kota Bukittinggi.
Di lokasi tersebut, petugas kembali mengamankan 2 (dua) tersangka lain, yaitu :
- Dayat (27) dan
- Beni Wijaya (31), serta
barang bukti 1 (satu) bong siap pakai, 2 (dua) mancis, dan 0,5 gram ganja.
Proses penggerebekan turut disaksikan perangkat nagari dan ketua RT/RW setempat. Seluruh tersangka kini telah diserahkan ke Polresta Bukittinggi untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Kapten Inf RM Silitonga menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas pelaku peredaran narkoba yang merusak generasi muda.
“Bandar narkoba ini beroperasi tanpa memedulikan kerusakan sosial yang ditimbulkan. Fakta di lapangan menunjukkan pengguna di wilayah Agam dan Bukittinggi sangat banyak, dari usia muda hingga tua,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung hingga pukul 05.10 WIB, situasi terpantau aman dan kondusif.
(Taslim)


