Suasana di depan pintu gerbang Kantor Mapolda Sumatera Utara (Poldasu) mendadak memanas pada Rabu (30/9/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Sumatera Utara (AMPK SU) datang berbondong-bondong menggeruduk markas kepolisian tersebut.
Massa yang membawa spanduk tuntutan berukuran besar ini melancarkan aksi unjuk rasa dengan nada tinggi. Mereka menuntut ketegasan Kapolda Sumut untuk tidak menutup mata terhadap carut-marut dan dugaan bobroknya kinerja di jajaran Satlantas Polrestabes Medan.
Aksi demonstrasi panas ini dipimpin langsung oleh Ketua AMPK SU, Amiruddin Siregar S.H. Berdiri di atas mobil komando dengan pengeras suara, Amiruddin melontarkan kritik pedas yang menelanjangi buruknya pelayanan publik di institusi penegak hukum tersebut. Ia dengan tegas mendesak agar pimpinan kepolisian daerah tidak main-main dalam menangani laporan masyarakat.
“Jangan bikin kami makin hilang kepercayaan, Pak! Kalau memang salah, ya harus ditindak tegas! Jangan dibiarkan leha-leha dan pura-pura tidak tahu. Kami minta Kapolda Sumut jangan tutup mata dengan segala laporan dan dugaan pelanggaran yang dibuat oknum-oknum di Satlantas Polrestabes Medan itu!” tegas Amiruddin dengan nada berapi-api di hadapan barisan pengamanan.
Dalam orasinya, Amiruddin juga menyoroti bahaya laten praktik impunitas di tubuh Polri. Ia menuntut agar siapa pun pejabat atau oknum anggota Satlantas Polrestabes Medan yang terbukti bermain-main dengan aturan—terutama terkait dugaan pungli SIM dan penindakan knalpot blong—segera diperiksa secara menyeluruh dan dicopot dari jabatannya. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel sesuai amanat undang-undang.
Aksi turun ke jalan yang berujung panas ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga Kota Medan terhadap pelayanan lalu lintas yang dinilai makin amburadul. Mulai dari dugaan praktik pungli pengurusan SIM yang meresahkan hingga penindakan kenalpot blong dan pelanggaran jalanan yang dituding tebang pilih, menjadi pemicu utama kemarahan massa.
Menjelang sore hari, ketegangan sedikit mencair setelah perwakilan dari Polda Sumatera Utara akhirnya keluar untuk menemui pengunjuk rasa. Berkas tuntutan dan aspirasi yang diserahkan langsung oleh Amiruddin Siregar S.H. diterima secara resmi oleh pihak kepolisian untuk segera diteruskan ke meja Bidang Propam dan Kapolda Sumut.
Kendati demikian, AMPK SU memberikan ultimatum keras. Mereka memastikan bakal terus mengawal kasus ini sampai tuntas, serta siap memboyong gelombang massa yang jauh lebih besar jika tuntutan bersih-bersih ini diabaikan oleh petinggi Poldasu.
Follow Nawawi News on Google News
Stay updated with breaking news, trending stories, and exclusive reports from Nawawi News directly on Google News.
📰 Follow Now


